arti laisa kamislihi syaiun
oleh: Em Amir Nihat Tuan Guru KH. Muhammad Bakhiet dalam salah satu ceramahnya menjelaskan tentang makna dari "Subhanallah". Secara bahasa Kata Subhanallah berarti Maha Suci Allah. Subhanallah juga berarti Allah itu suci dzatNya, suci asmaNya dan suci sifatNya. Pertama. Suci dzatnya bermakna Kita mensucikan Allah bahwa Allah bukan berupa
MadShilah (مَد صِلَة) merupakan salah satu hukum bacaan mad (panjang) yang memiliki hubungan erat dengan ha' dlomir mufrad laki-laki (هِ - هُ). Nah, adapun pengertiannya adalah sebagai berikut ini : 1.Pengertian Mad Shilah Menurut Bahasa Mad artinya panjang, shilah artinya sambung. 2. Pengertian Mad Shilah Menurut Istilah
LaisaKamislihi Syaiun Surat. Unduh Gambar. Deskripsi Gambar. Nama Gambar. Laisa Kamislihi Syaiun Surat. Tipe Gambar. png. Dimensi Gambar. 1271 x 975 px. Besaran Gambar. 177.44 KiB. Buku Arti Mimpi Menurut Islam; Harley Davidson Logo Hd; Puisi Tentang Sepak Bola; Contoh Desain Uml; Halaman. Beranda; Tentang Kami; Kebijakan Situs; Syarat
Yangterpenting dari ajarannya adalah pemberian arti kerohanian dari pergulatan antara terang dan gelap dalam ajaran zoroaster tersebut. c. Allah itu “laisa kamislihi syaiun” tidak ada sesuatupun yang menyerupaiNya. d. Mengimani sifat-sifat Khabariah (yang dikhabarkan Allah tentang diriNya), yaitu : 1. Wujud (Ada).
AllahMaha Besar dan kita amat sangat tidak berdaya. Kita amat sangat kecil bahkan tidak ada. Bahkan dengan ciptaanNya misalnya matahari, kita hanyalah setitik yang sangat – sangat kecil. Besar dan kecil disini jangan kita fikirkan dengan ukuran sebab Allah itu laisa kamislihi syaiun.
Ich Würde Dich Gerne Kennenlernen Spanisch. About Us Diangpedia adalah sebuah blog yang bergerak di bidang pendidikan. Berisikan tentang materi pendidikan, pengertian, dan lain lain. Diangpedia bertujuan untuk memudahkan pelajar mencari jawaban yang dicari. .
LAISA KHAMISLIHI SYAIUNKEKOSONGAN itulah ADA maknanya KEWUJUDAN yakni membawa pengertian TIADA/HENING..TERBIT pengertian dzatNya dalam istilah KEESAAN maknanya semua itu NYATA BAGI DIRIKU..ZATULHAQ WUJUD ADA MUSTAHIL TIADATIADA itulah istilahnya pandangan sudut dari ruang KEESAAN yakni suasana yang terbit kearah satu daya kekuatan yang kesemua itu adalah NYATA didalam keberadaanNya yakni keAgongganNya dibalik kesendirian itulah Tiada lain hanya TITIK MAKRIFATULLAH istilah WUJUD keberadaanNya.."Bawalah kemanapun sudut pandanganmu maka disitulah WAJAHKU""Maka di sinilah BERMULANYA PERANAN PENTING TERLAKAR YANG MENJADIKAN ITU ALKISAH...Yang dikatakan jangan memcampuri yang HAQ Dan BATIL itu disinilah yang tidak diambil titik beratnya.. Sehingga sudut dan tempatnya bermula...Jadi...Yang mana yang ini bermula,Fahamkan betul²...Kern disudut ini dari segi bahasanya,pandangannya,kaitannya dan memcari persamaannya telah lain yakni telah berunsur dari istilah berperanan melalui sudut pengertian, kefahaman dan dari istilah keilmuan itu sendiri...""Seandainya bukan karena ENGKAU, AKU tidak menjadikan segala sesuatu.."kenalilah ZAHIR dan BATHINMaka akan kenallah DZAT dan SIFATKEESAAN yakni Nyatanya telah WUJUD, istilah wujud itulah TERBInya KEINGINAN atas kerna INGIN DIKENALI.. LAISA inilah perihalnya yang tersirat itu kepada ruang bagi menzahirkan Nyatalah KEESAAN itu tersurat atas kerna ingin dikenali, maka terbitlah ia menjadi tumpuan melalui keinginan yakni DZAT asaljadinya itu melahirkan kehendak yakni SIFAT..Dalam istilah bahasa keilmuannya.. SAMA TAPI TAK SERUPA.. AKU ADALAH AKU. KAU DARI AKU,KAU BUKAN AKU,TAPI AKU ADALAH ENGKAU.. AKU Yang Awal dan AKU Yang Akhir AKU Yang Zhahir dan AKU Yang Bathin AKU Mengetahui segala sesuatu..Cukup penegasan ini menjadi batas untuk tidak MELAMPAUI BATAS.."Dan AKU bersama KAMU di mana saja KAMU berada.,AKU yakni ZDAT Melihat apa yang KAMU kerjakan.."Perhatikan baik² disini...Dari gelaran KAU itu telah menjadi "KAMU"..Inilah maksudnya BESERTA...Selama ini apa pengertian kami tentang BESERTA itu..?Selama ini apa pemahaman kami tentang BESERTA itu..? Antara DZAT ATAU SIFAT..YANG MANA SATU..? Harus difahami BETUL².. Disini wilayahnya yang masih tiada NAMA masih tiada GELARAN..jika masih belum NAMA dan GELARAN.. Oleh kerana telah terbitnya "KAMU" itu tadi Maka.... DiperkenalkanlahSIFATULHAQINILAH WILAYAHNYA... Terlahirlah SIFAT yang meliputi dan tidak meliputi itu berperaan mengikut kadar ruang dan detik yang menghasilkan daya tali arus keluar dan masuk mengikut peredaran ruang yang terbentuk itulah PENGETAHUAN yang ADA DALAM KETIADAAN itu DENGAN SENDIRINYA terbentuk keinginan dari ingin dikenali itu dalam istilah keilmuannya adalah NUR yakni pengertian dari sudut Hakikatnya adalah....Tidak berpisah Nur dengan yang punya Nur...Maknanya DZAT dan SIFAT itu Sentiasa bergandingan dan sentiasa tidak terpisah..Cukup kefahaman itu DARI AKU melalui keilmuan pada yang ingin mengenali..Dan untuk memperlihatkan akan kesemua itu dengan kehendak untuk DIKENALI.. BERDIRILAH DENGAN SENDIRINYA KEBIJAKSAAN itu dikenali sebagai KEILMUAN.. Maka Diperkenalkanlah.. ASMAULHAQ, AKU yakni LAISA ini....Cukup dikenal KEESAAN KU hanya menyebut nama ALLAH yakni DZAT,KAU beserta KAMU adalah SIFATKU..INILAH ANTARA PENYAKSIAN KAU DARI KESAKSIAN AKU... AGAR "KAU" KENALKAN AKU KEPADA "KAMU KESEMUANYA Melalui NAFASTiada KAU hanya selain AKU,Kerna YANG TERPUJI itulah KAU pesuruh AKU.. "Dan AKU bersama KAMU di mana saja KAMU berada.,AKU yakni DZAT Melihat apa yang KAMU kerjakan.."Dimana KAMU..?Dimana kesedaran yang membawa gelaran KAMU ini..?Jika telah menyedarinya, Disudut mana pula peranan KAMU ini BESERTA..? Dan jika telah diperlihatkan akan kebesertaan KAMU itu,Disudut pandangan mana tempatnya kesaksian itu oleh KAMU..?dan disudut mana pula tempatnya penyaksian AKU itu pada KAMU..?Dan jika telah JELAS segalanya..Hadirlah HAQ soalan tu atas KAMU,SIAPA KAMU?? Perhatikan...Kerna semua ini adalah berkenanan tentang DIRI KAMU, Kerna itu peranan "KAU" tiada kena mengena antara "KAMU" dan "AKU"Yang membawa peranan dari sudutnya, yang hadir membawa jarak bersama aturan tetap mengikut Aturan..Maka diperkenalkanlah... "BILLAHI" affalulHAQ, WA ANNA SIRRUHU... Inilah ruangnya "AKULAH RAHSIANYA" itu pada KAMU yang berperanan KAMI itu membawa HAQNYA.. Sumber dari Hakikat Insan About roslanTv Tarekat Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.
Hakikat Insan - ALLAH & FIRMAN Bagaimana bisa Allah yang… Facebook لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌLAISA KAMITSLIHI SYAIUN Dialah Allah, Yang Maha Esa memahami laisa kamislihi syaiun - Ahmad - YouTube لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌLAISA KAMITSLIHI SYAIUN Bab 8 Soalan 52 Apakah maksud Allah melihat dengan SEKALI LIHAT? Allah mendengar dengan SEKALI DENGAR? Allah berkata dengan SEKALI KATA? Apa kaitannya dengan ayat KUN ALLAH SWT adalah Laisa Kamitslihi Syai’un - YouTube LAISA KAMISLIHI SYAIUN BERBANDING TRILOGY TAUHID ALA SEBUAH SEKTE - fitnah fitnah akhir zaman Pertuhankan hanya kepada Allah Tonnydreamtheater’s Blog Memahami Laisa Kamitslihi Syaiun Hikmah Buya Yahya - YouTube SITI JENAR - BONUS ARTIKEL Dzikrullah Bukan Ingat Allah tapi Sadar Allah Kata Dzikir memang kalau di terjemahkan menjadi ingat, tapi ketika dzikir tersebut di hubungkan dengan Allah “dzikrullah” maka objek ingat Laisa Kamislihi Syaiun Surat HARGAI - TVTarekat Rahasia ILLAHi - MARTABAT HATI Teringat ketika kakek ku berkata “cucuku.. cukup bagimu mengenalku lalu jagalah hati-mu selalu” .—————— Inilah hal yang menyatakan “MARTABAT HATI ” Hati itu ada 2 Apakah Allah Punya Wajah? Maksud Ayat Laisa Kamislihi Syai’un - Tadqiq Dakwah TQN PPSS Facebook Sholat dalam pandangan Ilmu Hakekat Jalan Akhirat Makna Laisa Kamitslihi Syaiun - Kajian Medina Allah Wujud Tiada Bertempat.. RAHSIA HAKIKAT SHOLAT LAISA KHAMISLIHI SYAIUN - TVTarekat Makna Laisa Kamitslihi Syaiun - Kajian Medina Khusus . Makrifat - ☆Haqikat Shalat Dan Perjalanan Hidup☆ Perjalanan hidup ataupun perjalanan dalam agama semua berdasarkan hukum dan aturan yg harus mampu dilalui dan ditaati serta mampu untuk dijalankan Kendati diri hanyalah seorang RAHSIA HAKIKAT SHOLAT Kitab Makrifat PDF Tasybih dan Tanzih Hai jiwa-jiwa nan tenang kembalilah… Ilmu Hikmah PDF Fitrah hakiki - 帖子 Facebook TvTarekat Ringkasan Mengenal Zikir Syariat, Tarekat, Hakikat dan Makrifat Zikir Rahsia - TVTarekat Makrifat tentang dzat Alllah sifat لَيْسَ كَمِثْلِهِ pada Alllah Allahu laysa kamithlihi shay' - Solo - YouTube keseluruhan Al Quran pada titik ba by siti sxn Hal Keadaan Tuhan ~ Pusaka Madinah Garis Besar Kitab Diri Yang Tersembunyi PDF Arti Laisa لَيْسَ dan Contoh Kalimatnya - TAMAN CINTA ALLAH TIDAK SERUPA DENGAN MAKHLUKYA doKTrin WAHDAH AL-WUJUD dalam nasKah RAMBANG Doktrin Wahdah AlWujud dalam Naskah Rambang Tegal Muhammad - [PDF Document] Fitrah hakiki - 帖子 Facebook MENGENAL DIRI, MENGENAL ALLAH~ - TVTarekat MAQOM AL MUWAHIDIN ''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' ALAM ini se doKTrin WAHDAH AL-WUJUD dalam nasKah RAMBANG Doktrin Wahdah AlWujud dalam Naskah Rambang Tegal Muhammad - [PDF Document] Ajaran Mengenal Diri Studi Naskah Tasawuf yang Berkembang di Kalimantan Selatan Kajian Hadi ALLAH itu LAISA KAMISLIHI SYAIUN !!!! - YouTube Kumpulan Artikel Makrifat - 2 PDF Kitab Makrifat - Mempelajari Sholat Hakekat - ID5cfac9883cb60 Hal Keadaan Tuhan ~ Pusaka Madinah DOC NASKAH-NASKAH ILMU DAN AMALAN Abah Saddam - Fitrah hakiki - 帖子 Facebook Sandal jepit.. Sepasang sandal jepit Laman 2 KOSONG / ADAM. / MATI - TVTarekat MANUSIA PENANAMAN NILAI-NILAI SPIRITUAL DALAM KEGIATAN TAREKAT QADIRIYAH NAQSYABANDIYAH TQN DI LEMBAGA DAKWAH TQN SURYALAYA KABUPATEN CakNun Terbaru Allah Itu Laisa Kamitslihi Syaiun atau Tidak Menyerupai Apapun - YouTube Tuak Lombok Illahi - 1 PDF Mengenal Diri-Flip eBook Pages 201 - 250 AnyFlip AnyFlip PDF MANUSIA & TUHAN Erwin Saputra - NASKAH-NASKAH TAUHID Kitab Barencong Apk Download - APK free PENANAMAN NILAI-NILAI SPIRITUAL DALAM KEGIATAN TAREKAT QADIRIYAH NAQSYABANDIYAH TQN DI LEMBAGA DAKWAH TQN SURYALAYA KABUPATEN MANUSIA RAHSIA HAKIKAT SHOLAT - PDF Download Gratis One Mysterious Generation Official 489 2018 DUA KALIMAH SYAHADAH - akal baligh Kajian Hadi ALLAH itu LAISA KAMISLIHI SYAIUN !!!! - YouTube NASKAH-NASKAH TAUHID PEMIKIRAN TEOLOGI ISLAM MODERN keseluruhan Al Quran pada titik ba by siti sxn tenteraangin – Kajian Ilmu Ghaib Hakikat Shalat PDF Ilmu Hikmah [z0xj7xgywgln] MENGENAL DIRI, MENGENAL ALLAH~ - TVTarekat MANUSIA - PDF MANUSIA & TUHAN Erwin Saputra - Inilah Jawapan Satu Nama Allah Yang Tersembunyi 6 dec pg – MAKRIFAT TOK KENALI Bolehkah Membayangkan Dzat Allah? Islam NU Online PENANAMAN NILAI-NILAI SPIRITUAL DALAM KEGIATAN TAREKAT QADIRIYAH NAQSYABANDIYAH TQN DI LEMBAGA DAKWAH TQN SURYALAYA KABUPATEN Laisa kamislihi syaiun wahuwa samiul Basir ayat diatas menunjukkan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala - Ilmu Hikmah [z0xj7xgywgln] MEMPELAJARI SHOLAT HAKEKAT Ini Jawaban Singkat di Mana, Bagaimana, Kapan, dan Berapa Allah Islam NU Online Makrifat tentang dzat Alllah sifat لَيْسَ كَمِثْلِهِ pada Alllah Mempelajari Sholat Hakekat [5143zxv5zolj] Mempelajari Sholat Hakekat [PDFTXT] RAHSIA HAKIKAT SHOLAT - PDF Download Gratis Makrifat Tok Kenali – MAKRIFAT TOK KENALI Dat laesa kamislihi wayang golek Lagu MP3 dan Video MP4 Download MB - Zona Lagu DOC NASKAH-NASKAH ILMU DAN AMALAN Abah Saddam - Mempelajari Sholat Hakekat [PDFTXT] Ngangsu Kaweruh - . MENEMPUH JLN KEROHANIAN DGN JLN DZIKIR ************************************************************* . 4 TAHAP DZIKIR ********************* 1. DZIKIR GHAFLAH LALAI 2. DZIKIR YAQAZAH SEDAR 3. DZIKIR KHUDUR Mempelajari Sholat Hakekat [5143zxv5zolj] ilmu hikmah - sejati - Tuhan dan CiptaanNya Hakikat Shalat PDF RAHSIA HAKIKAT SHOLAT Dat laesa kamislihi wayang golek Lagu MP3 dan Video MP4 Download MB - Zona Lagu PENANAMAN NILAI-NILAI SPIRITUAL DALAM KEGIATAN TAREKAT QADIRIYAH NAQSYABANDIYAH TQN DI LEMBAGA DAKWAH TQN SURYALAYA KABUPATEN PEMIKIRAN TEOLOGI ISLAM MODERN MEMPELAJARI SHOLAT HAKEKAT Dzikrullah Bukan Ingat Allah tapi Sadar Allah - Kajian Hakikat Huruf Hijaiyah Maret 2016
Katakanlah, “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak melahirkan dan tidak pula dilahirkan; tidak pula ada seorang pun yang setara dengan-Nya.” QS al-Ikhlas [112] 1-4.Sabab an-Nuzûl Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Aliyah, dari Ubay bin Kaab ra., bahwa kaum musyrik pernah berkata kepada Nabi saw, “ Wahai Muhammad, sebutkanlah nasab Tuhanmu kepada kami!” Lalu Allah SWT menurunkan surat ini. Riwayat senada juga disampaikan oleh at-Tirmidzi dan Ibnu Jarir. Abu Ya’la meriwayatkannya dari Jabir ra. 1. Keutamaan Surat al-Ikhlas Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Aisyah bahwa ada seorang laki-laki yang dikirim dalam sebuah sariyah ekspedisi perang. Dia membaca al-Quran dalam shalat dengan teman-temannya, lalu dia menutupnya dengan surat ini. Setelah kembali, mereka menyampaikannya kepada Rasulullah saw. Beliau bersabda, “ Tanyakanlah kepadanya, mengapa dia mengerjakan itu.” Mereka pun bertanya kepada orang itu, lalu dia menjawab, “Karena itu sifat Ar-Rahmân dan aku senang membacanya.” Kemudian beliau bersabda, “Kabarkanlah kepadanya bahwa Allah SWT mencintainya.” Dari Imam Ahmad dan at-Tirmidzi, dari Anas ra., pernah ada seorang laki-laki yang datang kepada Rasulullah saw. dan berkata, “Sesungguhnya saya mencintai surat ini Qul huwal-Lâh Ahad dst.” Rasulullah saw. bersabda, “ Kecintaanmu terhadapnya memasukkanmu ke dalam surga lafal hadis dari Imam Ahmad.” Imam al-Bukhari dan Abu Dawud meriwayatkan dari Abu Said al-Khudri, dia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “ Demi Zat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sesungguhnya surat al-Ikhlas itu setara dengan sepertiga al-Quran .” Tafsir Ayat Allah SWT berfirman Qul huwal-Lâh Ahad Katakanlah, “Dialah Allah, Yang Maha Esa.”. Perintah Qul dalam ayat ini ditujukan kepada Rasulullah saw. Apabila dikaitkan dengan sabab nuzûl -nya, perkataan itu merupakan jawaban atas pertanyaan kaum musyrik mengenai sifat Tuhan yang beliau dakwahkan. Perintah itu juga berlaku bagi seluruh umatnya, sebab khithâb al-Rasûl khithâb li ummatihi seruan kepada Rasul, juga seruan kepada umatnya. Dalam ayat ini, beliau dan umatnya diperintahkan untuk mengatakan Huwal-Lâh Ahad ; bahwa Tuhan yang mereka tanyakan itu adalah Allah dan Allah itu hanya satu. Sebab, kata ahad bermakna wâhid satu. 2. Bahkan ditegaskan al-Baghawi, tidak ada perbedaan makna antara ahad dengan wâhid . 3. Kendati sama-sama menunjuk pada jumlah satu, menurut sebagian mufassir ada perbedaan di antara keduanya. Dinyatakan oleh al-Azhari bahwa sifat ahadiyyah hanya digunakan untuk Allah. Sebagai buktinya, tidak dikatakan rajul ahad wa dirhâm ahad, tetapi dikatakan rajul wâhid wa dirhâm wâhid. 4. Pendapat senada juga dikemukakan Tsa’lab. 5. Mengenai pengertian ayat ini secara keseluruhan, Ibnu Katsir memaparkan, “ Dialah al-Wâhid al-Ahad; tidak ada yang setara dan pembantu; tidak ada sekutu, yang serupa dan sepadan dengan-Nya. Ungkapan ini tidak diucapkan kepada siapa pun kecuali Allah Azza wa Jalla. Sebab, Dia Mahasempurna dalam semua sifat dan perbuatan-Nya.” 6. Dalam ayat berikutnya kemudian ditegaskan Allâh ash-Shamad Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dijelaskan az-Zamkhsyari dan asy-Syaukani, kata ash-shamad merupakan fi’l yang bermakna maf’ûl . 7. Menurut asy-Syaukani, kata tersebut seperti halnya kata al-qabdh yang bermakna al-maqbûdh yang digenggam. Kata ash-shamad pun demikian, bermakna al-mashmûd ilayhi , yakni al-maqshûd ilayhi yang dituju. Jadi, makna ash-shamad adalah al-ladzî yushmadu ilayhi fî al-hâjat pihak yang dituju atau dijadikan sebagai sandaran dalam berbagai kebutuhan. Hal itu disebabkan karena keberadaan-Nya yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan. 8. Penjelasan yang sama dikemukakan al-Qurthubi, al-Sa’di, dan al-Zuhaili. 9. Ibnu Abbas, sebagaimana dikutip al-Qurthubi, juga berpendapat demikian. Menurutnya, pengertian ini sejalan dengan QS an-Nahl [16] 53. 10. Selain makna itu, ada beberapa makna ash-shamad yang disampaikan oleh para mufassir. Menurut Ibnu Abbas dalam riwayat lain, Said bin Jubair, Mujahid, al-Dhahhak, Ikrimah, dan al-Hasan, kata ash-shamad berarti Zat yang tidak lapar. asy-Sya’bi juga memaknainya sebagai Zat yang tidak makan dan tidak minum. 11. Abu Aliyah memaknai ash-shamad sebagai Zat yang tidak beranak dan tidak diperanakkan. Sebab, tidak ada yang beranak kecuali dia diwarisi; dan tidak ada yang diperanakkan kecuali dia akan mati. Allah SWT pun memberitakan kepada kita bahwa Dia tidak diwarisi dan tidak beranak. 12. Ubay bin Kaab juga berpendapat bahwa makna ash-shamad dijelaskan oleh ayat sesudahnya Lam yalid walam yûlad; walam yakun lahu kufuw[an] ahad. 13. Penafsiran lain diberikan Qatadah dan al-Hasan. Keduanya mengatakan bahwa ash-shamad bermakna al-bâqi yang kekal. Kendati demikian, sebagaimana ditegaskan Ibnu Jarir ath-Thabari, penafsiran yang lebih tepat adalah yang sesuai dengan makna yang telah dikenal oleh orang yang bahasanya digunakan al-Quran. Menurut orang Arab, makna ash-shamad adalah as-sayyid yang dituju atau dijadikan sebagai sandaran; dan tidak ada seorang pun yang di atasnya. 14. Dikatakan juga oleh Ibnu Anbari bahwa tidak terdapat perbedaan di kalangan ahli bahasa bahwa ash-shamad adalah as-sayyid yang tidak ada lagi seorang pun di atasnya, yang semua manusia bersandar kepada-Nya dalam semua urusan dan kebutuhan mereka. 15. Selanjutnya Allah SWT berfirman Lam yalid walam yûlad Dia tidak melahirkan dan tidak pula dilahirkan. Ayat ini memberikan pengertian bahwa tidak lahir dari-Nya anak; Dia juga tidak lahir dari sesuatu apa pun. 16. Az-Zamakhsyari mengatakan bahwa disebutkan lam yalid karena tidak ada yang sejenis dengan-Nya sehingga bisa dijadikan oleh-Nya sebagai istri, kemudian dari mereka lahirlah anak. Makna ini juga ditunjukkan oleh QS al-An’am [6] 101. 17. Meskipun dalam ayat ini digunakan kata lam, bukan berarti hanya menafikan masa lampau. Sebab, ayat tersebut berlaku abadi. Demikian pula nafiy dalam ayat ini. Menurut Fakhruddin ar-Razi, digunakannya kata lam karena merupakan jawaban atas ucapan mereka mengenai anak Allah SWT QS ash-Shaffat [37] 151-152. Kemudian surat ini diakhiri dengan firman-Nya walam yakun lahu kufuw[an] ahad dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya. Maknanya, Allah Yang Maha Esa itu tidak ada yang menandingi atau menyamai-Nya. Menurut Ibnu Jarir ath-Thabari, kata al-kufu’ wa al-kufâ wa al-kifâ’ dalam bahasa Arab memiliki satu makna, yakni al-mitsl wa asy-syibh semisal dan serupa. 18. Itu berarti, tidak ada satu pun yang setara, sepadan, semisal atau sebanding dengan-Nya. Gambaran tentang Tauhid Dari segi jumlah ayat, surat ini tergolong singkat, hanya terdiri empat ayat. Kendati begitu, kandungan isinya amat padat. Keimanan kepada Allah SWT yang menjadi perkara mendasar dalam Islam dijelaskan amat gamblang. Tidak mengherankan jika Rasulullah saw. menyebut surat ini setara dengan tsuluts al-Quran sepertiga al-Quran. Dalam surat ini terdapat pelajaran penting. Setidaknya ada tiga perkara penting yang perlu ditandaskan kembali. Pertama asmâ’ nama Tuhan yang patut disembah. Sebagaimana telah diungkap, surat ini turun sebagai jawaban atas pertanyaan kaum musyrik mengenai Tuhan yang disembah Rasulullah saw. Ditegaskan dalam surat ini bahwa Huwal-Lâh Dia adalah Allah. Allah adalah nama Zat Pencipta alam semesta ini. Menurut al-Biqa’, nama ini—yakni Allah—menunjuk semua sifat kesempurnaan al-Jalâl wa al-Jamâl. Nama ini juga mencakup seluruh makna al-asmâ’ al-husnâ. 19. Bahwa nama Rabb al-âlamîn adalah Allah, amat banyak disebut dalam al-Quran. Dengan nama itu pula manusia diperintahkan untuk memanggil dan berdoa kepada-Nya QS al-Isra’ [17] 110. Oleh karena itu, manusia hanya boleh menyebut-Nya dengan nama yang telah diberitakan-Nya, yakni Allah, Ar-Rahmân, atau al-asmâ’ al-husnâ lainnya. Manusia tidak boleh memanggil-Nya dengan nama lain yang dibuat sendiri QS Yusuf [12] 40. Kedua tawhîdul-Lâh atau pengesaan terhadap Allah. Secara tegas dalam surat ini disebutkan bahwa Allah SWT itu Ahad. Dia hanya satu, bukan dua, tiga, atau lebih sebagaimana yang lazim diklaim oleh kaum kafir. Perkara ini amat banyak diberitakan dalam ayat al-Quran. Bahkan perkara ini didakwahkan oleh semua nabi dan rasul yang diutus Allah SWT. Tidak ada seorang pun di antara mereka kecuali mengajak pada tauhid lihat QS al-Anbiya’ [21] 25; asy-Syura [42] 13. Keesaan Allah juga ditegaskan dalam ayat lam yalid walam yûlad ; bahwa Allah tidak memiliki anak; tidak pula menjadi anak bagi selain-Nya; tidak ada pula yang diangkat dan dijadikan sebagai anak-Nya lihat QS al-Isra’ [17] 111; Yunus [10] 68. Keesaan Allah disebutkan dalam firman-Nya walam yakun lahu kuffuw[an] ahad; bahwa tidak ada yang sama, serupa, sejenis, setara atau sebanding dengan-Nya. Dia berbeda dengan semua makhluk-Nya QS al-Syura [42]11. Perkara tauhid ini merupakan perkara paling mendasar yang harus diimani oleh setiap manusia. Siapa pun yang menganggap tuhan lebih dari satu, memiliki anak atau ada yang setara dengan-Nya, maka dia telah terjatuh dalam kekufuran dan kesyirikan. Jika dicermati, semua agama selain Islam dalam konsep ketuhanannya telah terjatuh dalam kesalahan mendasar ini. Di antara agama itu ada yang menganggap selain Allah sebagai tuhan, tuhan lebih dari satu, atau ada makhluk yang setara dengan-Nya; tidak terkecuali agama yang sebelumnya dibawa oleh para nabi, seperti Yahudi dan Nasrani. Kedua agama itu pun dikotori hawa nafsu manusia sehingga terjatuh dalam kesyirikan. Yahudi menyebut Uzair sebagai anak Allah. Nasrani menyebut Isa sebagai anak Allah lihat QS at-Taubah [9] 30; al-Maidah [5] 72. Isa sendiri tidak pernah mengatakan perkataan batil itu lihat QS al-Maidah [5] 116. Dalam al-Quran cukup banyak ayat memberikan bantahan atas kebatilan anggapan Tuhan lebih dari satu. Dalam QS al-Anbiya’ [21] 22 ditegaskan, seandainya ada banyak tuhan selain Allah, maka langit dan bumi akan binasa. Orang-orang yang menganggap tuhan lebih dari satu, memiliki anak, atau menyekutukan-Nya dengan yang lain telah diancam dengan hukuman yang amat keras. Apabila mati dalam keadaan demikian maka dosanya tidak akan diampuni lihat QS al-Nisa [4] 48, 111. Surga diharamkan atas mereka. Neraka adalah tempat kembali mereka di akhirat; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya lihat QS al-Maidah [5] 72-73. Ketiga kesempurnaan sifât Allah. Dalam surat ini disebutkan bahwa Allah itu ash-shamad. Dalam al-Quran, kata ini hanya disebut dalam surat ini. Jika dicermati, sifat ini memiliki cakupan makna yang amat luas sekaligus meniscayakan adanya sifat-sifat lainnya. Sebagaimana telah dipaparkan, kata ini mengandung pengertian bahwa Dia adalah as-sayyid tertinggi dan tidak ada yang lebih tinggi lagi. Artinya, Dia memang Mahatinggi Al-Aliyy, Mahaagung Al-Azhîm dan semua sifat lainnya yang menunjukkan ketinggian-Nya. Kata ash-shamad juga mengandung makna bahwa Dia tidak memerlukan yang lain. Itu berarti, sebagaimana diterangkan az-Zamakhsyari, Dia adalah Al-Ghaniyy Mahakaya, tidak butuh terhadap yang lain. 20. Karena tidak membutuhkan yang lain, berarti Dia juga Al-Qadîr Mahakuasa, Al-Qawiyy Mahakuat, Al-Azîz Mahaperkasa, Al-Hayy Mahahidup dan semua sifat yang menunjukkan kekuatan-Nya. Allah juga menjadi sandaran dan tempat bergantung bagi semua makhluk-Nya. Dialah yang menciptakan semua makhluk-Nya Al-Khâliq , menghidupkan mereka Al-Muhyî , memberikan rezeki kepada mereka Ar-Razzâq, Ar-Razîq dan menolong hamba-Nya An-Nâshir serta semua semua sifat lainnya yang menunjukkan bahwa Dia menjadi sandaran dan tempat bergantung bagi seluruh hamba-Nya. Dengan demikian, hanya kepada-Nyalah manusia beribadah dan bermohon. Walhasil, surat ini memberikan gambaran amat jelas mengenai keimanan kepada Allah SWT. Sebagaimana disimpulkan Abdurrahman as-Sa’di, surat ini mencakup tawhîd al-asmâ’ wa al-shifât. Wallâh a’lam bi ash-shawâb.
Apa Arti Laisa لَيْسَ ?Arti Laisa adalah tidak atau bukan, tulisan arab laisa adalah لَيْسَ, laisa terdiri dari 3 huruf hijaiyah, yakni huruf lam, huruf ya', dan huruf sin. Penggunaan kata laisa akan sering kita temukan di dalam tulisan dan kalimat yang menggunakan bahasa arab, seperti kata laisa kamislihi syai’un, tulisan arab laisa kamisilihi syai’un adalah لَيْسَ كَمِسْلِهِ شَيْءٌ. Arti kata laisa kamislihi syai’un adalah tidak menyerupai dia dengan sesuatu apapun, Adapun penulisan laisa bisa berubah-ubah sesuai dengan dhomir kata gantinya, perubahan tersebut dinamakan tashrif lughowi. Berikut adalah tashrif lughowi kata laisaهُوَ لَيْسَ artinya bukan dia laki-lakiهُمَا لَيْسَا artinya bukan mereka berdua laki-lakiهُمْ لَيْسُوْا artinya bukan mereka laki-laki هِيَ لَيْسَتْ artinya bukan dia perempuanهُمَا لَيْسَتَا artinya bukan mereka berdua perempuanهُنَّ لَسْنَ artinya bukan mereka semua perempuanأَنْتَ لَسْتَ artinya bukan kamuأَنْتُمَا لَسْتُمَا artinya bukan kamu berduaأَنْتُمْ لَسْتُمْ artinya bukan kamu semuaأَنْتِ لَسْتِ artinya bukan kamu perempuanأَنْتُمَا لَسْتُمَا artinya bukan kamu berdua perempuanأَنْتُنَّ لَسْتُنَّ artinya bukan kamu semua perempuanأَنَا لَسْتُ artinya bukan sayaنَحْنُ لَسْنَا artinya bukan kamiGambar Contoh Kalimat Dengan LaisaContoh Kalimat Dengan Kata Laisa لَيْسَ Berikut adalah 12 Contoh kalimat dengan kata Laisa لَيْسَ , adapun warna kuning kami berikan kepada kata yang menunjukkan kata laisa supaya memudahkan di dalam mempelajari dan memahaminyaاَنْتَ تِلْمِيْذٌ لَسْتَ اُسْتَاذٌ artinya kamu adalah murid bukan guruدَلِكَ كِتَابٌ لَيْسَ قَلَمٌ artinya ini adalah buku bukan pulpenهَذِهِ نَافِذَةٌ لَيْسَ بَابٌartinya ini adalah jendela bukan pintuهُمْ لَيْسُوْا مُؤْمِنًartinya mereka bukanlah orang mu’minلَيْسَ كَمِسْلِهِ شَيْءٌ artinya tidak menyerupai dengan sesuatu apapunنَحْنُ لَسْنَا مِنَ العَرَبِى Artinya kami bukan dari orang arabهُوَ لَيْسَ التِّلْمِيْذُ منَ الْمَدرَسَةِ Artinya dia bukan murid dari sekolah sayaاَنْتَ لَسْتَ مِنَ الْمَدِيْنَةِ السُّوْرَابَيَا Artinya kamu bukan guru dari kota Surabayaاَبِى لَيْسَ كذِبٌ وَلَكِنْ هُوَ رَجُلٌ صَادِقٌ Artinya ayah saya bukan penipu dia seorang laki yang jujurلَـيۡسَ لَهُمۡ طَعَامٌ اِلَّا مِنۡ ضَرِيۡعٍۙ artinya Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri,Al ghosiyah ayat 6لَـيۡسَ عَلَى الۡاَعۡمٰى حَرَجٌ وَّلَا عَلَى الۡاَعۡرَجِ حَرَجٌ artinya Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak pula bagi orang pincang, An nur 61 لَـيۡسَ عَلَيۡكُمۡ جُنَاحٌ اَنۡ تَاۡكُلُوۡا جَمِيۡعًا اَوۡ اَشۡتَاتًاؕ artinya Tidak ada halangan bagi kamu makan bersama-sama mereka atau sendiri-sendiri.
arti laisa kamislihi syaiun